Duta Muslimah Preneur 2026 Diharapkan Jadi Agen Perubahan Perempuan Riau

Jumat, 10 April 2026

PEKANBARU – Pemilihan Duta Muslimah Preneur 2026 menjadi ajang strategis dalam mencetak perempuan inspiratif yang berdaya dan berkontribusi di tengah masyarakat di Hotel Winstar, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang digelar oleh PW IPEMI Riau ini turut memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di bidang ekonomi.

Finalis Duta Muslimah Preneur 2026 telah ditetapkan sebanyak 3 orang sebagai pemenang, yakni Mutiara Miftahul, Siti Nurbayani, dan Tirta Meyrizka. Penetapan ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi yang diikuti oleh para peserta dengan menampilkan kemampuan terbaiknya.

Dalam sambutannya, Plt Ketua TP PKK Provinsi Riau, Adrias Hariyanto menekankan bahwa keikutsertaan para finalis merupakan bukti kesiapan perempuan Riau dalam mengambil peran strategis di masyarakat. Ia menyebut ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan.

“Kehadiran saudari semua di panggung ini bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi menjadi bukti bahwa perempuan Riau siap tampil sebagai pelaku usaha yang mandiri, sumber inspirasi, dan agen perubahan. Menjadi Duta Muslimah Preneur bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk hadir di tengah masyarakat, menggerakkan, membina, dan membuka jalan bagi perempuan lainnya untuk maju bersama,” ujarnya.

Ia berharap para duta yang terpilih nantinya mampu menjadi penggerak UMKM perempuan serta penyemangat bagi pelaku usaha pemula. Selain itu, para duta juga diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan potensi lokal dengan peluang yang lebih luas.

"Ia juga berpesan agar para peserta terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi masyarakat. Dengan demikian, peran perempuan tidak hanya berdampak pada usaha, tetapi juga terhadap kesejahteraan keluarga serta kekuatan ekonomi daerah, "ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Parbatas Setia menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki potensi besar dalam mendukung promosi daerah melalui peran perempuan. Ia menilai, pelaku usaha perempuan dapat menjadi bagian penting dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Riau.

“Kami melihat bahwa perempuan, khususnya muslimah preneur, memiliki peran strategis dalam mengangkat potensi lokal. Melalui kreativitas dan inovasi, produk-produk yang dihasilkan dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.

Ia berharap para duta yang terpilih dapat turut mempromosikan potensi daerah melalui usaha yang dijalankan. Dengan demikian, sinergi antara pemberdayaan perempuan dan pengembangan pariwisata dapat berjalan optimal.