pilihan +INDEKS
Kemiskinan Kota Turun, Desa Justru Naik di Riau, Ini Penjelasan BPS
PEKANBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah penduduk miskin di daerah ini pada September 2025 mencapai 475,57 ribu orang atau 6,30 persen dari total penduduk. Angka tersebut meningkat dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,16 persen, meski masih sedikit lebih rendah dibandingkan September 2024.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, Kamis (5/2/2026), menjelaskan bahwa kenaikan jumlah penduduk miskin dalam enam bulan terakhir terutama dipengaruhi kondisi di wilayah perdesaan.
"Dalam periode Maret hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan justru menurun 2,49 ribu orang, dari 173,52 ribu orang menjadi 171,03 ribu orang. Sebaliknya, di perdesaan terjadi kenaikan cukup besar, yakni 17,09 ribu orang, dari 287,45 ribu orang menjadi 304,54 ribu orang," ungkapnya.
Perubahan itu turut memengaruhi persentase kemiskinan menurut wilayah. Tingkat kemiskinan di perkotaan turun dari 5,75 persen menjadi 5,61 persen, sedangkan di perdesaan naik dari 6,43 persen menjadi 6,76 persen.
Selain jumlah penduduk miskin, BPS juga mencatat kenaikan garis kemiskinan. Pada September 2025, garis kemiskinan di Riau berada pada Rp747.345 per kapita per bulan, naik 4,80 persen dibandingkan Maret 2025 dan meningkat 6,37 persen dibandingkan September 2024.
"Komponen kebutuhan makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan, dengan porsi 73,49 persen. Beras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan, diikuti rokok kretek filter, daging ayam ras, cabai merah, dan telur ayam ras," ulasnya.
Secara rata-rata, rumah tangga miskin di Riau memiliki 5,39 anggota keluarga. Dengan komposisi tersebut, kebutuhan minimum agar tidak tergolong miskin mencapai sekitar Rp4.028.190 per rumah tangga per bulan, meningkat dibandingkan kondisi Maret 2025.
Meski jumlah penduduk miskin bertambah, indikator lain menunjukkan perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,873 pada Maret 2025 menjadi 0,787 pada September 2025. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menurun dari 0,196 menjadi 0,154, yang menunjukkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin mengecil.
"Dalam konteks regional Sumatra, persentase kemiskinan Riau masih berada di bawah beberapa provinsi lain. Persentase penduduk miskin tertinggi tercatat di Aceh sebesar 12,22 persen dan Bengkulu 11,88 persen, sedangkan yang terendah berada di Kepulauan Riau sebesar 4,26 persen," jelasnya lagi.
Data BPS juga menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Riau dalam lima tahun terakhir cenderung berfluktuasi. Kenaikan sempat terjadi pada September 2022 akibat dampak penyesuaian harga BBM, kemudian menurun hingga Maret 2025 sebelum kembali meningkat pada September 2025.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika harga kebutuhan pokok, daya beli, serta ketimpangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih menjadi faktor penting yang memengaruhi perkembangan kemiskinan di Provinsi Riau," tandasnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Kunjungan Wisman ke Riau Melonjak Akhir 2025, Didominasi Turis Malaysia
PEKANBARU – Kinerja sektor pariwisata Provinsi Riau menunjukkan tren .
Kadis PKH Riau Buka Surveilans dan Perluasan Ruang Lingkup UPT Laboratorium Veteriner
PEKANBARU - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Ria.
Perkuat Kualitas K3 di Riau, Sekda Syahrial Abdi: Pengawasan Harus Profesional
PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan pent.
Lima Jabatan Eselon II Pemprov Riau Masih Kosong, Plt Gubernur Pastikan Asesmen Segera Dibuka
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan proses pengisian lima jabatan pim.
Di Tengah Tekanan Fiskal, Plt Gubri Riau Minta OPD Kerja Keras Demi Penuhi Harapan Masyarakat
PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyoroti ko.
Tiga Polisi Digerebek saat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tidak Ada Toleransi
PEKANBARU - Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar menegaskan komitm.







